Biaya dan harga
Hitungan berjalan di browser kamu. Tidak ada data yang dikirim ke mana pun.
Titik impas per bulan
| Jika harga | Harga | Titik impas (unit) |
|---|
Apa itu titik impas?
Titik impas, atau break even point (BEP), adalah jumlah penjualan ketika total pendapatan sama dengan total biaya. Di bawah titik itu usaha masih rugi. Di atasnya, setiap tambahan penjualan menjadi untung.
Rumusnya
Contoh: warung kopi
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Biaya tetap per bulan | Rp6.000.000 |
| Harga jual per gelas | Rp16.000 |
| Biaya variabel per gelas | Rp9.000 |
| Sisa per gelas | Rp7.000 |
| BEP: 6.000.000 ÷ 7.000 = 857,1, dibulatkan ke atas | 858 gelas per bulan |
| Dengan 26 hari buka | 33 gelas per hari |
| Omzet pada titik impas | Rp13.728.000 |
| Untuk laba Rp3.000.000 per bulan: (6.000.000 + 3.000.000) ÷ 7.000 | 1.286 gelas per bulan |
Cara menurunkan titik impas
Ada tiga cara: menaikkan harga jual, menurunkan biaya variabel, atau menurunkan biaya tetap. Tabel sensitivitas di atas menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah yang harus terjual.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya biaya tetap dan biaya variabel?
Biaya tetap tetap harus dibayar berapa pun jumlah penjualan, misalnya sewa dan gaji tetap. Biaya variabel naik turun mengikuti penjualan, misalnya bahan dan kemasan.
Kalau punya banyak produk, bagaimana menghitungnya?
Pakai rata-rata harga jual dan rata-rata biaya variabel per unit dari produk yang biasanya terjual. Atau hitung per produk andalan dulu.
Titik impas sudah tercapai, apakah usaha pasti untung?
Baru balik modal. Untung dimulai setelah melewati titik impas. Isi target laba untuk melihat jumlah penjualan yang dibutuhkan.
Pantau penjualan harian dengan mudah
Laporan penjualan di Membr tersedia kapan saja, jadi kamu bisa membandingkannya dengan titik impas.
Coba Membr gratis 14 hari